Mengenal Apa Itu Root Android

Kita tentu sangat senang menggunakan Android, tapi dengan Kita melakukan root Android pada smartphone Android, Kita akan memperoleh banyak hal yang luar biasa, entah itu melalui wireless tethering, mempercepat smartphone dengan overclocking, atau memodifikasi tampilan smartphone dengan tema baru. Inilah yang perlu Kamu ketahui tentang proses root Android, dan dimana Kamu bisa menemukan cara root smartphonemu.

Apa itu Root Android?

segala hal tentang root android

Root Android adalah memberikan akses root smartphone kepada pengguna. Hal ini seperti menjalankan program sebagai administrator di Windows, atau menjalankan perintah sudo di Linux. Dengan smartphone yang telah di-root, Kamu dapat menjalankan aplikasi yang membutuhkan akses khusus ke pengaturan sistem, serta dengan root Android Kamu bisa melakukan flash Custom ROM, atau bisa menambahkan fungsi/fitur khusus ke dalam smartphone, menghapus aplikasi bawaan, mengeblok iklan, dan lain sebagainya. Jika Kamu kurang yakin mau nge-root smartphonemu atau tidak, Lihat 10 alasan kenapa harus root Android, sebagai motivasi bagimu.

Resiko Root Android

segala hal tentang root android

  • Garansi Hilang
    Dengan melakukan root Android artinya pengaturan dan file system dapat dimodifikasi yang memungkinkan ketidaksetabilan smartphone. Oleh karena itu, vendor/produsen melarang pengguna melakukan root Android dan jika tetap dilakukan maka garansi dari vendor akan hilang. Ini merupakan usaha vendor smartpnone untuk menjaga stabilitas dan keamanan dari produknya.
  • Resiko Apabila gagal Root
    Dalam proses root Android, beberapa file dalam system akan dirubah atau ditambahkan. Jika proses ini gagal maka smartphone akan reboot dan jika beruntung smartphone masih akan berfungsi normal. Jika tidak beruntung mungkin saja smartphone akan terjebak bootloop bahkan hardbrick alias mati total (matot). Maka sebelum melakukan root Android, lakukan riset terlebih dahulu di forum-forum Android untuk mencari metode root Android yang paling aman untuk smartphonemu dan tingkat keberhasilannya tinggi.
  • Rentan Terinfeksi Virus
    Dengan terbukanya akses root, aplikasi akan yang telah mendapat izin root akan bisa masuk dan memodifikasi system. Di sini resiko infeksi virus akan lebih besar karena kalau Kita lalai ketika sembarang memasang aplikasi maka bisa jadi virus masuk ke system. Maka selalu install aplikasi dari Play Store atau aplikasi yang Kita percaya saja.
  • Ponsel Jadi Lemah
    Banyak pengguna yang ingin performa smartphonenya naik, mereka melakukan root dan menginstall tweak, aplikasi, melakukan overclock dan lain sebagainya yang mana hal itu dapat memperpendek usia smartphone. Smartphone dipaksa bekerja lebih keras sehingga banyak komponennya yang mulai lemah akhirnya performanya malah turun dan usia smartphone makin pendek. Bijaklah dalam memodifikasi Android agar tidak terlalu memaksa hardware bekerja keras.

Daftar Istilah dalam Root

Ada berbagai macam smartphone Android di luar sana, kalau ditimbang mungkin beratnya berton-ton karena sangat banyaknya, dan sementara itu beberapa cara/metode rooting mungkin berhasil untuk beberapa smartphone saja, tidak semua smartphone bisa di-root dengan satu cara yang sama. Misalkan cara root yang berhasil di smartphone Samsung belum tentu berhasil di smartphone LG atau Xiaomi. Sebelum melakukan root, kamu perlu tahu istilah-istilah dalam root dibawah ini. Dengan mengetahui maksudnya akan memudahkan Kamu untuk melakukan proses root.

segala hal tentang root android

  • Root: Rooting artinya Kamu memiliki akses root ke smartphonemu, dengan begitu Kamu telah memperoleh hak untuk mengakses atau memodifikasi sistem, yang mana memungkinkan untuk menjalankan aplikasi seperti Wireless Tether atau SetCPU. Anda dapat memperoleh akses root dengan menginstal aplikasi Superuser atau melakukan flash custom ROM yang telah memiliki akses root.
  • ROM: ROM adalah versi modifikasi dari OS Android. ROM mungkin berisi fitur tambahan, tampilan yang berbeda, kecepatan sistem yang ditingkatkan, atau bahkan versi Android yang belum dirilis untuk smartphonemu.
  • Stock: Kata”Stock” bisa mengacu pada beberapa hal yang berbeda tergantung konteksnya. Ketika berbicara “Stock Android” berarti versi OS yang dibangun oleh Google untuk perangkat Nexus, di dalamnya tidak ada perubahan User Interface (UI). Beberapa ROM didasarkan pada Stock Android dengan tambahan beberapa fitur, sebut saja seperti Cyanogen Mod (CM), MI User Interface (MIUI) atau ROM lain yang didasarkan pada Stock Android yang digunakan pada berbagai Smartphone. Dalam kasus yang lain, kata “Stock” juga merujuk pada versi Android bawaan pabrik dari smartphone.
  • Kernel: Kernel adalah komponen dari sistem operasi yang menajemen komunikasi antara hardware dan software. Di luar sana banyak sekali custom kernel untuk perangkat smartphone yang bisa mempercepat kerja sistem atau meningkatkan penggunaan daya baterai. Walaupun demikian, Kamu harus hati-hati karena kesalahan penggunaan kernel dapat membuat smartphonemu tidak dapat digunakan/brick.
  • Radio: Radio merupakan bagian dari Firmware smartphone. Radio mengendalikan Data Seluler, Wifi, GPS, dan lain sebagainya. Kamu dapat mencari custom radio untuk di-flash ke smartphonemu, tapi hati-hati hal itu bisa menjadikan masalah.
  • Flash: Flash artinya memasukkan/mengistall sesuatu ke dalam perangkat. Bisa berupa ROM, kernel, recovery (lihat di bawah) dalam bentuk file ZIP. Kadang-kadang proses root memerlukan file ZIP yang di-flash lewat recovery.
  • Brick: Brick adalah kondisi dimana smartphone berhenti atau gagal ketika proses flash sehingga berakibat tidak mau menyala atau dioperasikan dengan normal. Brick juga bisa diakibatkan karena gagal saat melakukan root. Akibatnya smartphone mengalami bootloop, berhenti di logo, layar hanya menampilkan garis atau warna aneh atau bahkan mati sama sekali/tidak mau hidup. Segala sesuatu pasti ada resikonya termasuk flash/root yang berujung brick. Namun secara umum kondisi brick dapat dikembalikan seperti semula dengan beberapa cara tertentu.
  • Bootloader: Bootloader adalah software terendah dari perangkat Android, berfungsi untuk menjalankan kode-kode tertentu untuk memulai sistem operasi. Kebanyakan bootloader dalam keadaan terkunci, artinya kamu tidak dapat mengistall custom recovery atau custom ROM. Dengan membuka bootloader tidak langsung menjadikan smartphonemu ter-root, melainkan memungkinkan smartphonemu untuk di-root, memasang custom recovery atau custom ROM.
  • Recovery: Recovery merupakan software yang berfungsi untuk backup system/data, flash ROM atau melakukan tugas dasar lain di level sistem. Pada umumnya recovery bawaan tidak dapat melaksanakan banyak fungsi karena memang dibatasi oleh produsen. Tapi Kamu dapat memasang custom recovery seperti Clockworkmod, TWRP dan lain sebagainya yang  mana memungkinkan Kamu nge-flash custom ROM setelah bootloader dibuka. Dan ini merupakan bagian yang lebih tinggi daripada root.
  • Nandroid: Dengan menggunakan modul recovery dari pihak ketiga, Kamu dapat membackup/mencadangkan teleponmu hasilnya disebut “Nandroid Backup”. Semua yang Kamu backup sama persis dengan keadaan smartphonemu saat ini. Sehingga ketika Kamu melakukan flash ROM dan ternyata smartphonemu jadi brick atau gagal booting maka Kamu tinggal mengembalikan system yang telah backup tadi lalu tadaa.. smartphonemu menyala seperti semula.
  • ADB: ADB singkatan dari Android Debug Bridge, dan merupakan command line tool yang digunakan oleh Komputermu agar dapat berkomunikasi dengan perangkat Android yang sudah terhubung. ADB adalah bagian dari Android Software Development Kit (SDK). Banyak root tool yang menggunakan fungsi ADB, baik dengan Kamu mengetik sendiri kode perintahnya ataupun tidak. Kecuali instruksi panggilan untuk menginstal SDK dan menjalankan perintah ADB, Kamu tidak perlu pusing memikirkan hal itu, yang perlu kamu tahu ADB adalah alat yang paling banyak digunakan untuk root smartphone.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang Root?

segala hal tentang root android

Banyak dari teman-teman yang baru belajar root bertanya banyak tentang root. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang root:

  • Apa perbedaan rooting, unlocking dan flash ROM?
    Beberapa hal ini mungkin membingungkan karena dalam praktiknya sering kali dilakukan dalam waktu bersamaan. Perhatikan penjelasan singkat ini, unlocking (membuka) bootloader adalah langkah awal agar memungkinkan Kamu flashing custom ROM. Sedangkan akses root tidak diperlukan untuk flashing custom ROM walaupun biasanya custom ROM sudah menyertakan akses root.
    Catatan: Ketika Kita mengatakan “unlocking” dalam panduan ini artinya Kita sedang unlocking bootloader, bukan unlocking (membuka) telepon agar dapat menggunakan operator seluler yang berbeda. Ini merupakan dua hal yang sangat berbeda.
  • Apakah saya melakukan unroot pada smartphone saya?
    Jika Kamu tidak senang dengan kondisi root, Kamu dapat mengembalikan smartphone dalam kondisi unroot. Biasanya terdapat opsi unroot pada beberapa aplikasi root seperti superSU, Kingroot, dan lain sebagainya. Selain itu Kamu juga dapat melakukan flashing stock ROM smartphonemu.
  • Apakah root itu illegal?
    Tidak, secara teknis. Sebenarnya hukum aslinya illegal, kecuali untuk DCMA yang telah melegalkan banyak smartphone. Namun sulit membayangkan ada orang yang menegakkan aturan ini (seperti ketika ripping DVD kemudian Kita gunakan secara personal).
  • Apakah Root Membatalkan Garansi?
    Ya, mungkin. Membuka bootloader akan membatalkan garansi smartphonemu, walaupun produsen menyediakan cara untuk melakukannya. Jika Kamu ingin mengklaim garansi hardware, Kamu dapat melakukan unroot pada perangkat smartphone agar dapat diklaim garansi hardware. Beberapa smartphone mungkin memiliki digital “switch” yang akan terbalik ketika Kamu unlock smartphonemu, sangat sulit bahkan tidak mungkin Kamu untuk mengembalikan smartphone ke kondisi semula. Maka Kamu perlu mempertimbangkan baik-baik jika ingin mempertahankan garansimu.
  • Apakah Root Menyebabkan Brick pada Smartphone?
    Ya, mungkin dan ini sangat tidak diharapkan. Jika Kamu mengikuti setiap langkah root dengan hati-hati maka smartphonemu tidak akan terjadi brick (tentu Aku tidak bertanggung jawab terhadap resiko itu, Do With Your Own Risk alias resiko tanggung sendiri).  Flash custom kernel/radio sedikit lebih beresiko daripada root atau flash ROM. Sekali lagi, jika Kamu mengikuti petunjuk dengan seksama maka semua akan baik-baik saja. Perlu diingat Jika smartphonemu terjebak bootloop atau berhenti di logo dan masih bisa masuk ke recovery maka smartphonemu masih bisa diperbaiki.
  • Apakah Ada Smartphone yang Tidak Bisa di-Root?
    Sangat sulit menjawabnya. Tapi dulu produsen smartphone berusaha keras agar produk smartphonenya tidak bisa di-root, pada akhirnya smartphone tersebut tetap bisa di-root dengan berbagai cara dan bentuk (seperti Droid X). Saran yang mungkin bisa diterapkan adalah ketika smartphonemu memiliki update terbaru namun belum ditemukan metode eksploitasi root, tunggulah beberapa bulan sebelum dapat melakukan root (sudah ditemukan metode eksploitasi root-nya).
  • Apakah Setelah Root Smartphone Tetap Mendapat Over-The-Air (OTA) Update? Apakah Root Akan Hilang Setelah Mendownload OTA Update?
    Jika Kamu tidak melakukan flash Custom ROM maka smartphonemu akan tetap memperoleh OTA update dari produsen/operator dan jika Kamu mendownload OTA update maka akses root akan hilang. Seandainya Kamu mendownload OTA update mungkin Kamu harus menunggu beberapa waktu sampai bisa melakukan root kembali (artinya sampai metode root ditemukan untuk OTA update yang baru). Atau Kamu dapat menggunakan aplikasi OTA rootkeeper walaupun tidak selalu cocok dengan beberapa versi Android.
  • Apakah Root Mempercepat Smartphone Saya?
    Tidak langsung begitu. Semua rooting hanya memberimu akses root. Namun, dengan adanya root memberi kemungkinan untuk memasang tweak tambahan yang dapat mempercepat smartphonemu.
  • Apakah Custom ROM Diperlukan untuk Stock Phone seperti Nexus?
    Tentu! Custom ROM berguna tidak hanya untuk mendapatkan stok Android, melainkan di dalamnya telah ditambahkan beragam fitur yang bermanfaat.Dengan ROM, Kamu tetap bisa mendapat update seandainya Google telah berhenti memberi layanan untuk Nexus.
  • Apa yang Dapat Saya Lalukan Setelah Root Smartphone?
    Senang Kamu bertanya. Lihatlah artikel 10 Alasan Kenapa Harus Root Smartphone Android yang akan memberimu inspirasi setelah root.

Dimana Menemukan Cara Root dan Alatnya

segala hal tentang root android

Sekarang Kita sampai pada bagaimana melakukan root pada smartphone Android. Sayangnya tiap smartphone punya cara root-nya sendiri. Diluaran sana banyak sekali smartphone Android, di blog ini Aku juga menulis tentang teknis melakukan root dan tentu tidak bisa berlaku universal untuk semua smartphone. Mungkin ada beberapa model smartphone yang Aku bahas di blog ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuanku.

Seandainya beberapa cara rooting di blog ini belum berhasil untuk root smartphone Kamu, Jangan sedih! Ada banyak forum di luar sana yang akan memberi ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana root smartphone kesayanganmu.

  • Forum XDA Developers adalah tempat nomor satut untuk mencari informasi tentang Smartphone kamu. Forum ini adalah tempat semua hacker terbaik dan tweakers berkumpul untuk membahas smartphone, berbagi link dan panduan, menciptakan alat root, dan banyak lagi. Pertama, temukan smartphone Kamu, dan cari-cari sekitar sub-forum yang berbeda untuk smartphone Kamu. Kamu harus menemukan beberapa artikel/thread yang akan mengarahkan Kamu kepada informasi tentang cara untuk root smartphone Kamu, apa sajakah ROM dan kernel yang tersedia, dan banyak lagi. Dan, ketika ragu-ragu/bingung, bertanyalah pada pengguna lain!
  • Forum Phandroid (alias Forum Android) tidak sepopuler XDA, tetapi mereka selalu melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk menyediakan informasi seputar root. Forum ini termasuk tempat yang baik untuk memulai. Pertama, temukan smartphone Kamu lalu cari thread yang membahas “segala hal teantang root” bada bagian sub-forum.
  • RootzWiki mungkin tidak sepopuler dulu, tapi masih ada informasi yang baik yang bisa didapat di forum ini, terutama yang berkaitan dengan ROM baru, kernel, dan hal-hal lain di sisi development
  • CyanogenMod Wiki: CyanogenMod merupakan salah satu ROM paling populer di luar sana, memiliki wiki/informasi yang luar biasa dengan banyak sekali informasi untuk smartphone  yang berbeda. Bahkan jika Kamu tidak berencana untuk nge-flash CyanogenMod (atau ROM apapun), Kamu sering kali menemukan informasi tentang cara untuk root smartphonemu dalam petunjuk khusus perangkat mereka untuk menginstal CyanogenMod, sehingga layak Kamu cek juga.
  • Forum Facebook, Kaskus dan lainnya: Siapa yang tidak kenal facebook ataupun kaskus. Mereka termasuk sosial media dan forum umum terbesar saat ini (khususnya Indonesia). Beberapa smartphone yang tidak dijual secara global alias smartphone lokal mungkin sulit menemukan forumnya baik di XDA, Forum Android, atau forum terkenal lainnya. Tapi biasanya para pengguna secara khusus membuat forum sendiri di Facebook atau Kaskus. Banyak yang dibahas dalam forum itu, mulai bagaimana root, porting ROM, tweak tambahan, dan sebagainya.

Coba salah satu atau semua sumber di atas dan melihat apa yang dapat Kamu temukan. Setelah Kamu menemukan forum untuk smartphonemu, carilah di dalamnya panduan bagaimana root smartphonemu. Pastikan itu berlaku untuk versi software/Android yang Kamu gunakan saat ini. Jika Kamu memiliki pertanyaan, Kamu dapat bertanya di forum tersebut, tapi ingat! Biasakan banyak-banyak membaca terlebih dahulu, karena siapa tahu pertanyaan yang ingin kamu ajukan sudah pernah ditanyakan dan dijawab di forum itu.

Berbekal pengetahuan tentang daftar istilah ini dan pertanyaan yang sering diajukan, beserta metode/cara root di blog ini, Kamu seharusnya bisa melakukan yang lebih baik untuk smartphonemu.

Semoga informasi yang aku bagi bisa dipahami dan bermanfaat. Semoga Berhasil! Terima Kasih.

Credit: lifehacker.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *